Senin, 26 Oktober 2009

Manajemen Batin

Mencetak kepemimpinan handal adalah tantangan disetiap organisasi, bahkan ditingkat Negara. Begitu besar haraapan dan kompleksnya tuntutan yang diletakan dibahu seorang pemempin.,sehingga program pengembangan kepemimpinan yang didesain paling canggih pun mustahil di garap secara instant. Ya, mau tidak mau, pemimpin memang harus siap dan terbuka untuk dipoles dan memoles dirinya “Luar-Dalam”.Harus siap untuk berkeringat. Seperti halnya para calon perwira yang musti selalu siap menjalani “Kawah candradimuka” satu ke yang lainnya,diterjunkan ke berbagai medan dan tantangan,dalam kurun waktu berbulan-bulan,bahkan tahunan.
Bagaimana mungkin individu bias jadi pemimpin handal tanpa upaya untuk benar-benar menggarap aspek-aspek batin dalam dirinya ??? Bukankah tantangan terbesar pemimpin bukan ujian terhadap pengetahuan atau knowledge-nya, namun justru datang dari kehebatannya dalam mengelola aspek emosi dan psikologi diri dan timnya ?


 Kembali pada diri sendiri
Kita lihat banyak pemimpin yang cepat naik darah, tidak bias menahan emosi. Kita juga bias memahami betapa situasi terjepit ataupun krisis seperti yang kita hadapi ini membutuhkan ketahanan dan ketekunan.Hanya orang-orang optimis yang mampu menghadapi turbulensi politik,ekonomi,dan social dimasa sekarang ini.Di lain pihak, penyeimbang antara optimisme dan realitas

 Membangun keberanian Moral
“Drive”, energi,disiplin diri,”will power”serta kekuatan sarf mudah ditempa,dilatih dan ditingkatkan.Bisa dibayangkan bagaimana kacaunya bila seseorang tiba-tiba diposisikan sebagai pemimpin, dituntut untuk mempraktikan pengambilan keputusan dan pemberian arah yang jelas,sementara ia tidak memiliki dan tidak mengasah kualitas batinya dengan sungguh-sungguh.Seorang ahli managemen mengungkapakan :”courage-not complacency not salesmanship” tidak heran pasukan khusus yang melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa berlatih berjalan kaki sejauh 600km dan berenang menyebrangi selat sunda.Hanya dengan ketahanan fisik dan mental seperti ini jiwa berani,tidak kenal lelah dan kekuatan menghadapi segala kemungkinan bisa tumbuh.Fleksibilitas dan kesejajaran ininhanya bias diterapkan oleh pemimpin yang sudah “lulus” berlatih mental.”Leadership success is a marathon,not a sprint”

 Pentingnya Melihat ke Dalam Diri
Latihan kepemimpinan yang keras,penuh deraan fisik sebenarnya tidak jauh dari dorongan pada individu untuk melihar kedalam dirinya sendiri barulah bias merefleksikan pengetahuan kemanusiaannya pada orang lain.sebagai pemimpin perlu memikirkan strategi bagaimana mengendalikan pikiran dan emosinya salah satu caranya adalah dengan secara sadar mengembangkan “inner dialogue” yang jujur dan terbuka (Apakah saya menuntut terlalu banyak??)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar